Memory Hati

Saat itu hujan lebat sangat , aku berdiri ditepi emperan busway, sudah penuh bukan hanya calon penumpang tapi banyak sekali pengendara sepeda motor yang ikut berteduh. Menggigil karena angin cukup kencang dan tampias air tetap mengenai diriku. Tidak membuat basah hanya tetap menjadi lembab.

“Pindah sini mba.” Katanya kala itu. Aku tersenyum mendapati seorang pria yang menawarkan tempatnya untukku. Bukan tempat duduk hanya saja tempatnya berdiri lebih terlindung dari hujan.

“Makasih mas.” Aku membalas senyumnya dengan tulus. Senyum yang berkendis (lesung pipi) membuatnya terlihat ramah.
Itu kali pertama aku melihatnya dan menjadi titik awal pertemuan pertemuan berikutnya.
Tidak, dia tidaklah meminta nomer hapeku . Kami juga tidak terlibat obrolan seru. Kami hanya saling melempar senyum saat bertemu. Aku menyukai senyumannya.

Pernah di satu masa setelah sebulan kami hanya saling senyum dan setelah seminggu aku tak melihatnya .
Aku terdorong saat berdesakan memasuki pintu busway dan jepit rambut ku terjatuh disela sela pintu dan busway. Aku menatap sedih dan hanya bergumam. Bagaimanapun itu jepit rambut kesayangan karena peninggalan ibuku yang empat puluh hari berpulang. Aku sudah mengiklaskan barang kesayanganku itu, tapi rupanya si mas berlesung pipi melihat dan meminta kepada penjaga pintu untuk turun. Dengan gesit dia turun untuk mengambilkan jepit rambut yang tentu tidak ada harganya dibanding dengan nyawanya jika terjepit bus . di bawah tatapan seluruh penumpang busway dia menghapiriku.
Aku terseyum haru saat dia sudah didepanklu dan mengulurkan tangannya. Ingin, sungguh ingin aku memeluknya dan berucap banyak banyak terimakasih. Tapi yang kulakukan hanya mengguk dan menunduk. Malu .

Busway penuh hampir setiap hari, dan saat seperti itu wanita rentan sekali dengan pelecehan. Tak terkecuali aku. Ada seorang pria yang berdiri dibelakangku dan dengan kurang ajarnya menggosok gosokkan tubuh bagian depannya. Aku marah dan menegur namun dengan keadaan yang penuh sesak aku harus menelan segala kejengkelannku apalagi dengan seringai mesumnya membuatku ingin muntah.
Aku ingin pindah tapi sungguh sangat penuh, aku juga ingin berteriak tapi sungguh aku tidak bisa. Aku tidak bisa berteriak tidak bisa memaki ataupun menjerit. Aku sudah menginjak kakinya tapi semakin brutal mengosokkan kemaluannya.
Saat air mata ingin keluar, dia yang berdiri disebelahku segera menarik menyuruhku pindah ke tempatnya. Lagi, dia melindungiku.

Aku ingin berkenalan namun sepertinya dia enggan berbicara. Saat aku memanggilnya lirih dia hanya menatapku dan menaikan alisnya, namun sebelum aku berucap lagi lagi matnya beralih ke buku di tangannya dan melanjutkan membaca. Di tempat penuh sesak pun dia tidak berhenti membaca. Ingin aku bertanya tentang isi buku itu, karena buku yang dibaca sudah berganti, tapi aku tahan. Aku tersenyum dalam diam dan menikmati aroma parfum yang menguar dari tubuhnya. Kami saling menempel tapi aku tidak merasa dilecehkan ataupun jijik.

Mungkin aku seperti gadis tidak tahu diri dan tidak tahu terimakasih. Tapi itulah caraku untuk tidak mengganggunya, dia tidak suka diganggu. Aku tahu, karena seringnya bersua dia hanya sibuk dengan dunianya sendiri, dia membaca tanpa terganggu dengan hiruk pikuk sekitar. Rasanya aku ingin menjerit saat kulihat ditangannya sebuah buku yang sangat aku hapal betul isinya. Kisah seorang anak yatim piatu yang ternyata sangat terkenal di dunia sihir. Iya serian Harry Potter, sungguh aku hampir tidak bisa menahan diri jika tidak kulihat dia memberungut kesal sesudah menerima panggilan telepon. Aku menatapnya dan dia menatapku. Sebuah senyum terukir di bibirnya. Dan sebuah ucapan perisahan terucap saat dia turun.

Waktu berlalu aku tak pernah lagi berjumpa. Aku selalu menunggu dan menunggu namun tak pernah sekalipun aku melihatnya. Aku berharap jika bertemu aku ingin menebalkan muka dan berkenalan dengannya. Tak peduli jika dia hanya menatapku dan memberikan senyum saja, tak peduli aku akan terus mencoba. Namun sayang sepertinya waktu tidak lagi memihakku. Sudah lebih dari tiga tahun aku menjalani rutinitas sama hanya ingin berjumpa dengannya. Kala hujan kala terik kala mendung bahkan sudah tidak ku hitung pagi maupun malam. Pernah satu hari penuh aku berdiam diri namun semua tidak ada arti.
Kini sudah lebih dari sepuluh tahun, namun sosok si mas berlesung pipi selalu ku ingat. Bagaimanapun dia pernah singgah di hatiku tidak mungkin ku lupa. Meski sekarang aku hanya memiliki nya sebagai memory di hatiku.

Iklan

30 hari mengatur pola makan sehat

​Hallo … 

Mau seseruan sama aku, nggak? Kalau mau, ayok! Tapi kalau ga sih ya ayo tepukin tangan aku aja deh. Biar ga malas malasan lagi.
Sebenarnya ini adalah caraku untuk mencari teman. Kenapa? Karena aku memang sedang program menurunkan berat badan, nih.
Diet atau menurunkan berat badan itu butuh dukungan loh, karena ya kadang-kadang suka jenuh. Sudah sebulan ini aku membiarkan diriku seenak jidat lagi. Beratku beranjak naik lagi. Bayangin ya, nurunin satu kilo aja butuh perjuangan loh. Ini malah beranjak terus.
Oh ya aku ga mau sebutin beratku yaaaa (tidak sopan buat wanita) tapi teman teman terdekat pasti tau seberapa besarnya aku. Huahahaha!
Iya aku tahu, tak perlulah diet-diet segala. Gendut itu lucu dan menggemaskan. 

Aku nggak bilang gendut itu ga lucu kok, cuma aku yang sudah keberatan badan ini, mulai wajib sadar diri. Jadi aku tetap butuh menurunkan beratku dan pastinya mengubah pola pikirku.
Bahwa hidup sehat itu penting.
Sudah hampir setahun aku ngejalani cara hidup sehat (catatan : kalau lagi ga kumat nakal dan ga setres ya).
Jadi aku berkeluh kesah ke Cindy dan dia mengajakku membuat tantangan diri. Ini juga yang akan aku kasih tahu ke kamu… Gimana kalau kita melakukan 30 hari makan sehat dan olahraga? Melakukan dengan senang tentunya. Gimana, coba?
Gampang kok… selama 30 hari mari kita jalani. Hmmm kalau mau nakal bolehlah ya. Tapi jangan kebablasan dan kalap, ya. Tapi selama bisa nahan jangan pernah coba coba ya, soalnya kalau begitu, risikonya berat.

Pasti malas melanjutkan. Sayang toh?
Apakah tantangan  ini hanya untuk menurunkan berat badan?
Enggak kok, semua orang bisa melakukan. Karena pada dasarnya mengubah pola makan dan pola pikir kita tentang makanan. Dan bonusnya badan pasti lebih ramping dan tentunya makin sehat.
Nah ini yang harus kalian lakukan. Tidak perlu persiapan khusus, hanya saja persiapkan mental saja. Karena saat kita memutuskan diet, godaan makanan pasti akan bertubi tubi dan kadang menghadapi juga nyinyiran temen temen sendiri. Percaya deh sama aku. Tapi kalau turun teman teman akan ikut bersorak loh.
Untuk target  aku target 10 kilo untuk 1 bulan.
Wow banyak ya? Buat aku engga banyak. Karena aku butuh 30 kilo lagi untuk mengusir lemakku. Hohoho. Dan aku pernah mencapai 9 kilo sebulan kok. Hahahhaha jadi aku mau nyoba lagi siapa tahu mampu. Ga ada salahnya toh buat target tinggi.
Dan kalau sampai tercapai aku mau beli buku yang tebel itu. Terserah judulnya pokoknya hadiah buat diri sendiri. Hmmm kenapa harus buku tebal. Karena aku memang penimbun. Dan kenapa kita harus menghadiahin diri sendiri? Ya jawabannya… kenapa tidak? Kan kita melakukan dengan happy. Hadiah buat diri sendiri sih terserah masing masing ya. Kesukaan kan tidak sama. Dan kubisikin.. minta hadiah dari orang terdekat juga boleh (itu yang aku lakukan sih).
Ini caranya ;
: 3x makan besar menu sehat (pagi, siang, malam) 

2x snack dibawah 100 kalori  ( jam 10 pagi dan 4 sore)

: dan post share di FB  dgn #30DayChallenge #eatToLoseFat
 Olahraga minimal 5 menit setiap hari

Makannya apa? Pokoknya jangan yang di goreng goreng yaaaaa apalagi pas makan lauknya pake kerupuk dan kawan kawannya (nangis di pojokan).

Snacknya  boleh fitbar (iklan tak berbayar) atau buah. Tapi ku sarankan buah saja ya. Kalau aku sih suka malas ngupas sih… hehehhe
Kalau mau minum susu  juga bisa, aku sarankan minum susu beruang (lagi lagi, ini iklan tak berbayar). 
Nah gampang kan? Mari kita lakukan. Kalau butuh contoh makanan sehat nya. Ini aku contohin. Lebih bagus kalau masak sendiri buat bekalnya (karena lebih fres dan bisa mengontrol minyak , garam dan kalau perlu ga pake penyedap rasa).

Liku liku suatu grup

Sudah lama tidak menulis ngaco. Jadi saat nulis ngaco itu artinya diriku kembali. Hmmm… Jadi aku ingin berbagi cerita saja. Tidak maksud untuk menyinggung siapa pun, tapi jika tersinggung itu hak masing masing kan.

Aku akan berbagi suka duka dalam sebuah grup. Ada yang sangat membuatku nyaman dan bisa mengimbangi, meskipun kadang obrolannya ngacau dan tidak jelas. Ada yang membuatku memutuskan keluar daripada melihat teman yang sedang marah marah karena seorang idola dan ada yang membuatku terpaksa keluar karena memori penuh dan ada juga yang akhirnya keluar karena banyak hal yang tidak menyenangkan. Tapi intinya, aku keluar, bukan aku memaksa atau mengatur isi chat seseorang hanya kerena aku tidak suka chat itu. Karena aku sadar, saat aku masuk dalam grup artinya aku terima segala resiko. Notif penuh, memori hape lambat dan kemungkinan hape akan kalah dan mati. Namun kebahagiaan mendapatkan teman baru dari segala profesi dan segala negri membuat semua itu tidak masalah.

Jadi ceritanya, beberapa hari lalu, lagi lagi grup kesayangan ku terguncang. Lagi lagi dan lagi. Kenapa aku bilang lagi? Karena ini bukan kali pertama grup jadi kacau dan saling sungkan. Tapi ini adalah ketiga kalinya hingga membuat banyak orang marah. Sebenarnya asik asik saja jika tidak banyak aturan. Hmmm… Kami ini banyak pribadi dan ini bukan komunitas yang sebesar Goodreads atau BBI yang harus dibikin aturan formal. Kami hanya sekumpulan teman yang hobi baca dan diberi wadah sebuah grup di WA. Ya ya, mungkin niatnya bagus memberi aturan tapi, apakahah sebuah obrolan harus diatur juga? Apakah jika susah menghapal penulis atau judul buku hanya boleh diam? Apakah jika bercanda dengan mengatakan “saya mau kripik atau cowok cakep (foto aktor aktor) itu suatu yang tidak pantas? Terlalu . Namun aturan itu ada dari Selasa sampai Minggu hanya boleh ngobrol dan OOT hanya Senin. Pernah, dan saat Senin aku ngobrol kaya orang kesambet tapi masih ditegur juga pernah, tapi aku hanya akan menjawab. Hari ini oot! Hingga puncaknya aku disemprot seseorang hanya karena aku salah mengingat seorang penulis, dan dianggap aku memenuhi notif. Untuk memastikan aku menghitung berapa yg ku tulis. Dan bayangkan cuma 12 di banding 100 lebih. Entah mata nya yang error atau otak nya lagi ketinggalan. Ya saat itu aku langsung mejawab dan terjadi perdebatan. Hingga admin memutuskan ingin menutup. Tapi batal karena banyak yang protes dan akhirnya dia memilih keluar. Tepuk tangan buat dia yang akhirnya mundur dan bukan mengatur grup lagi. Dan kami? Bebaaaaas…dan aturan baku itu tidak diperlakukan lagi.

Sebenarnya jika sebuah grup, jika hanya 1 atau 2 orang yang sangat tidak menyukai obrolan itu, baiknya diam saja kan? Dan untuk urusan japri melarang kita untuk tidak menulis kata kata yang menurut nya tidak disukai,dan dia merasa terganggu? Itu sangat tidak sopan! Ingat sebuah grup bukan milik pribadi. Itu harusnya diingat, bukan alasan sayang atau apa jadi ditegur. Cih
..bohong banget kan itu. Kecuali kalian memang sudah akrap. Meskipun akrap pun, rasanya aneh di pm hanya untuk di larang berbicara di grup. Tapi aku bisa menerima. Aku mengerti yang dimaksud.
Pernah, beberapa tahun aku diusik dengan teman satu grup. Dia tidak suka diriku, menganggap aku cari sensasi dan lain-lain. Tapi apa dia bisa mengatur grup untuk semau dia? Tidak, teman ku akhirnya keluar dari komunitas itu. aku sedih, tapi sekarang kami tidak pernah membahas hal itu dan kami berteman kembali.

Intinya, hak apa sih yang membuat seseorang mengatur grup dengan alasan yang katanya untuk kebaikan grup? Ga ada! Kalian ga ada hak mempermalukan orang. Itu akan menghancurkan pertemanan.

“Ah aku sudah minta maaf kepada orang yang ku tegur , harusnya tidak perlu di bahas lagi! ”

Kamu lupa, seberapa sering kata maaf diucapkan. Berharap tidak dibahas dan tidak membuat semakin panjang. Apakah kamu berhenti ? Tidak! Jadi tidak ada artinya maaf, maaf hanya bisa membuat bebanmu sedikit terangkat, tapi tidak bisa menghapus semua kesalahanmu. Berapa banyak yang simpati sama kamu? Gak ada! Kalau pun ada, itu artinya kalian memang cocok dan lebih baih kalian membuat grup yang kalian bisa atur. Ku jamin, tidak sampai sebulan akan hancur. Karena sifat kalian sama, ingin menjadi ratu dan panggung tidak akan cukup. Apakah aku kasar? Tergantung siapa yang baca. Apakah kamu tersinggung? Silahkan, dari awal aku sudah bilang, tidak bermaksud menyinggung. Kamu merasa hebat dengan caramu, aku ? Aku hanya menulis di blog pribadiku. Kamu merasa hebat dengan mengatakan hal yang membuat orang lain tidak nyaman, jadi jangan berharap orang tidak melakukan hal sama. Ada aksi ada reaksi, itu sudah menjadi hukum alam .

Apakah aku marah saat menulis ini? Tidak… Aku tidak marah atupun tersinggung.  Dari kejadian kemarin aku tidak tersinggung ataupun marah, aku hanya gemas dan merasa saatnya aku mengungkapkan semuanya. Aku hanya sedang ingin menulis saja.. Cuma menyayangkan saja, sebuah grup akhirnya hancur (ah tidak tahu ancur tidak, tapi pasti tidak sebebas lalu) karena takut si ratu akan tidak suka. Eh maaf jika aku menyebut ratu. Karena bagiku ratu adalah orang yang berkuasa dan mengatur negara. Jadi wajarlah ya kalau di kasih predikat ratu dariku.

Sebelum menghancurkan perasaan dan mempermalukan orang lain, berkacalah. Apakah kalian tidak pernah melakukan hal sama? Coba cek lagi. Karena aku masih ingat seberapa sering kalian mengatakan hal sama , yang kau katakan membuat kau pening.

Yang retak bukan berarti rusak

Aku tahu, paku yang kita tancapkan ke papan jika dicabut akan meninggalkan lubang dan berbekas. Pun jika kutambal tetap akan terlihat bekasnya dan akan terkesan mengganggu. Jadi, aku sadar ucapanku mungkin menyakiti hatimu. Tapi, aku juga tidak bisa memungkiri jika aku pun seperti gelas yang pecah dan direkatkan Meskipun utuh, tetap akan retak di sana-sini. Jadi, bisakah kita (yang sama-sama telah retak dan lubang ini) saling melupakan? Kita mungkin tidak bisa menggunakan gelas ini untuk meminum kopi bersama. Tapi apakah gelas ini hanya bisa dibuang? Kita masih bisa menjadikan gelas ini hiasan di atas meja, memberikan beberapa barang yang indah. Jadi, gelas yang retak pun akan tetap berguna. Bisakah di atas luka itu kita menjadi semakin kuat dalam berteman dan bersahabat? Seperti gelas yang menjadi hiasan indah di atas papan yang telah berlubang?

Aku minta maaf, jika kata-kataku membuatmu seolah terhakimi atau seolah aku tak bisa memahamimu. Percayalah, lebih baik aku berkata seperti itu dan kita saling terbuka, daripada aku menyimpan kebencian . Aku harus jujur rasa kecewa yang dulu, sebenarnya sudah tak berbekas. Jika aku seolah membenci, itu pun salah. Aku hanya berkata, berhenti minta dimengerti dan berhenti merasa terhakimi. Itu, yang kumaksud.

Teman, tidak hanya akan diam bukan, jika teman satunya bertindak tidak benar? Jika hanya diam, nanti hanya akan mendatangkan omongan di belakang. Mau kah? Pastinya tidak. Sepahit apa pun, bahasa yang di gunakan temanmu hendaknya di cerna dulu. Apakah ini kebencian atau rasa sayang yang tertindih rasa kecewa.

Ya , komunikasi memang di perlukan. Jika aku sendiri yang berusaha memperbaiki pasti tidak akan bisa, jika hanya kamu sendiri yang memperbaiki pun juga tidak bisa. Aku, aku tidak suka kehilangan teman ataupun sahabat. Namun kadang aku tidak sadar, aku terlalu berkata semena-mena (baca: cablak).
Bisakaaah? Bisakah sebuah pelukan menyatukan persahabatan kita? Bisakah? Kamu memaafkan aku yang sudah menyakiti kamu? Bisakah aku menuntutmu untuk melupakan dan kembali seperti dahulu. Saling menghargai dan mungkin menyayangi?

Aku sadar, aku terlalu banyak menuntutmu. Tapi bisakah?

Ni shi feng er wo shi sha

HUAN ZHU GEGE OST – Nǐ shì fēng ér wǒ shì shā

image

Ruby Lín Xīn Rú 林心如 & Zhōu Jié 周杰 – nǐ shì fēng ér wǒ shì shā 你是风儿我是沙
OST Princess Returning Pearl / Huán Zhū Gége 还珠格格

–Reff–
nǐ shì fēng ér wǒ shì shā 
你是风儿我是沙
chán chán mián mián rào tiān yá
缠缠绵绵绕天涯
nǐ shì fēng ér wǒ shì shā
你是风儿我是沙
chán chán mián mián rào tiān yá
缠缠绵绵绕天涯

zhēn zhòng zài jiàn jīn xiāo yǒu jiǔ jīn xiāo zuì
珍重再见今宵有酒今宵醉
duì jiǔ dāng gē cháng yì hú dié kuǎn kuǎn fēi
对酒当歌长忆蝴蝶款款飞
mò zài liú liàn fù guì róng huá dōu shì jiǎ
莫再留恋富贵荣华都是假
chán chán mián mián nǐ shì fēng ér wǒ shì shā
缠缠绵绵你是风儿我是沙
Repeat Reff

dīng níng zhǔ fù qiān yán wàn yǔ liú bú zhù
叮咛嘱咐千言万语留不住
rén hǎi máng máng shān cháng shuǐ kuò zhī hé chù
人海茫茫山长水阔知何处
làng jī tiān yá cóng cǐ bìng jiān kàn cǎi xiá
浪迹天涯从此并肩看彩霞
chán chán mián mián nǐ shì fēng ér wǒ shì shā
缠缠绵绵你是风儿我是沙

diǎn diǎn dī dī wǎng rì yún yān wǎng rì huā
点点滴滴往日云烟往日花
tiān dì yōu yōu yǒu qíng xiàng shǒu cái shì jiā
天地悠悠有情相守才是家
zhāo zhāo mù mù bù fāng tà biàn hóng chén lù
朝朝暮暮不妨踏遍红尘路
chán chán mián mián nǐ shì fēng ér wǒ shì shā
缠缠绵绵你是风儿我是沙
Repeat Reff

(Lirik sih hasil copas)

Zao an pengyou

image

Zao an pengyou…hap hap hap Ni hao ma?
Ni zhi dao ma? Wo hen xiangnian ni!
Kamu tahu tidak? Aku kangen kamu!
Teman ,kangen akuuu enggaaa? Kangeen enggaaak!

Ha ha ha
Hai teman.. Oh apa harus aku ralat ya? Baiklah aku ralat. Hai kamu. Apa kabar? Kangen aku tidak? Kangen obrolan yang engga jelas engga? Ah pasti engga ya?
Ya sudah … Cuma mau bilang , aku kira kita teman loh. Iya aku kira kita teman sampai aku berharap kita bisa ngobrol engga jelas kaya dulu lagi. Tapi… Sepertinya yang menganggap teman hanya aku kan ya? Yah… Sedih deh. Jujur sih ya aku kangen moment moment saat aku tidak tahu tentang dirimu. Maksudku aku tahu siapa kamu tapi kamu tidak pernah menganggapnya sesuatu yang membuatku tidak menjadi temanmu. Tapi aku sekarang lebih tahu.. Ternyata seseorang bisa membuat kamu tidak menjadikan aku teman ya? Ya sudah aku bisa apa? Satunya cara ya menghapus semua kenangan atau memory tentangmu sebagai teman. Tidak apa sih  cuma sedih engga sih kehilangan teman? Jujur aku paling sedih jika sudah kehilangan teman. Apapun bentuk pertemanan buatku sangat berharga.

Pengyou  ni xianzai kuaile ma? apa kamu bahagia sekarang? Apakah  kebahagiaan membuatmu berubah? Tidak apa karena itu pilihan hudupmu juga. Selamat untukmu yang sudah bahagia dan mencoret namaku dari daftar temanmu.
Apakah aku hanya menuduh? Ah pastinya tidak kan? Karena tak sekalipun kamu menanyakan kabar aku.

Ah sudahlah… Jangan biarkan aku meracau lagi. Aku hanya ingin bilang xie xie ni. Sudah pernah menjadi teman ku .